WASPADA BAHAYA SYIRIK KARENA CORONA
Disampaikan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam Majlis Dzikir Kliwonan
20 Maret 2020
Diterangkangkan dalam _Jami' al-Usul Fi al-Auliya'_: Bilamana Allah telah mencintai hamba-Nya dan bila hamba mencintai Allah Ta'ala pasti dia diberi buah-Nya _al-mahbub_.
Kalau sudah meningkat _mahabbahnya_ hilanglah di hati itu siapapun kecuali kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Apabila semakin kenal _Laa ilaha IllaLlah_ akan lebih jauh mengenal Allah. Bahwa selain Allah adalah makhluk, selain Allah adalah _hawadits_.
Bila kita semakin jauh mengenal Allah semakin jauh pula _ma'rifat_ kita kepada Allah dan kepercayaannya atau keyakinannya. Sebagaimana _hadits qudsi_ dari Imam Ali Ridla dari Imam Musa al-Kadzim dari Imam Ja'far Shadiq dari Sayyid Imam Hamdu al-Bagir dari Imam Zainal Abidin dari Sayyid Husein dari Ali bin Abi Thalib dari RasuluLlah dari Allah _Subhaanahu Wata'ala_:
كلمة لا إله إلا اللّه حصني فمن قالها دخل حصني فمن دخل حصني أمن عذابي
_"Kalimat Laa Ilaha IllaLlah adalah bentengku. Barang siapa mengucapkannya maka ia telah masuk bentengKu. Barangsiapa telah masuk bentengKu maka ia aman dari adzabKu"_
Beratnya siksa api neraka tidak ada tandingannya. Janji Allah barangsiapa baik perbuatannya maka masuk surga tapi jika amalnya dalam murka Allah maka akan masuk neraka.
Ada gak siksa yang lebih berat dari api neraka? Jika tidak ada mari kita ambil corona kita masukkan dalam api neraka.
Mengikuti himbauan pemerintah itu perlu, karena sayangnya pemerintah pada bangsa dan rakyatnya. Jadi jangan menyalahkan pemerintah. Karena (jika tidak ada himbauan itu) negara-negara akan menuding pemerintah tidak perhatian pada rakyatnya.
Bagi yang imannya tidak kuat akan merusak tauhid. Bisa saja majlis dengan massa yang banyak semacam ini ada yang melepaskan virus corona akhirnya Habib Luthfi yang dijadikan kambing hitamnya. Itu orang yang tidak yakin kepada Allah Ta'ala.
Kalau Corona versiku lain, "kon rono" (suruh pergi sana). Suruh pergi pada pembuatnya, biar merasakan corona.
Janganlah kita terlalu fokus (pada corona). Kalau tidak kuat bisa _syirik_. Sekarang banyak yang bungkam untuk memperingatkan bahaya _syirik_ karena corona.
Mereka meyakini bahwa penyakit ini memberi efek yang besar padahal tidak ada yang bisa memberi manfaat dan _madharat_ kecuali Allah.
بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيئ في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم
Jangan karena corona timbul pemisah antara kita _(social distancing)_. Saling curiga antar pembeli dan penjual. Keduanya saling _su'udzon_ jangan-jangan ia terjangkit corona. Ketika sudah berhadap-hadapan sedemikian maka mudah saja ada pihak yang menyulut.
Ketika Indonesia sudah dicekam ketakutan akan mudah diprovokasi. Jangan takut kelaparan, apalagi Indonesia banyak para walinya. Kemana iman kita ? Kemana keyakinan kita pada Allah ? Orang yang membaca _Laa Ilaaha IllaLlah_ masuk dalam bentengnya Allah apalagi bentengnya Indonesia sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pasar sepi. Toko sepi. Nasib kota seperti kuburan. Ketika saya ditanya saya balik tanya "Corona itu tuhan gak?" Gak Bib "Lha kalau tidak tuhan kenapa takut ? Sama neraka gak takut sama corona kok takut ?".
Ingin Indonesia jaya ? Ingin Indonesia bersatu ? Mari jaga persatuan bukan karena corona. Yang dagang tetap dagang, yang bekerja tetap bekerja, yang sekolah tetap sekolah dan ikhtiyar tetap ikhtiyar.
Lha Bib nanti mati kalau kena corona ? "Apa corona itu perwakilan Izrail ? Corona seperti apapun kalau Izrail belum datang pasti tetap panjang umur. Tapi juga wajib ikhtiyar".
Ibarat sedang dijalan raya yang ramai kendaraan jangan pokoke tawakkaltu ala Allah, kita harus hati-hati menyeberang biar tidak tertabrak.
Mari besarkan keyakinan kita kepada Allah dan tetap menjaga jangan sampai kita kena penyakit.
Kalau kita selalu diteror terus dengan rasa takut lalu kapan Indonesia akan membangun ? Jangan beri kesempatan oknum-oknum yang akan memecah belah Indonesia.
Oke Teman-teman setelah membaca uraian diatas sekarang coba renungkan dan jawab pertanyaan dibawah ini:
1. Kalau Corona bukan Tuhan apa yang harus kita lakukan terhadap merebaknya virus covid 19 atau Corona di Indonesia?
2. Islam mengajarkan kita agar selalu khusnudzon terhadap segala ketentuan Allah, sekarang coba cari sisi positif yang bisa kita ambil sebagai pelajaran atas adanya virus Corona?
3. Wudhu adalah salah satu cara sebagai ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran virus Corona, lalu apa kaitannya virus Corona dengan Wudhu?
4. Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona adalah program 14 hari pembelajaran dirumah untuk semua siswa, lalu apa yang harus kamu lakukan sebagai seorang siswa dan warga negera?
5. Salah satu langkah yang diambil Gubernur Syam Amr bin Ash ketika terjadi wabah Thaun yang juga telah merenggut korban jiwa adalah dengan mengungsikan warganya ke gunung-gunung secara sendiri-sendiri sehingga wabah itu akhirnya terhenti. Lalu bagaimana tanggapan kalian terhadap program pemerintah 14 hari pembelajaran di rumah seperti yang sekarang sedang kalian kerjakan?
Setelah baca uraian dan tugas jangan lupa tulis nama dan kelas dikolom komentar yah....!!!
Oleh:
MUHAMAD TAUFIK ABIMANYU
Nama : Annisa Nur Zahra
ReplyDeleteKelas: 8H
Absen: 06
Nama:kuswanti
ReplyDeleteKelas:8H
Absen:17
Nama:ivan Ardi
ReplyDeleteKelas:8H
Absen:14
Nama:Marsetio Mahardika al-Faruq Sugita
ReplyDeleteKelas:8H
Absen:14
Nama: Nur Jannah
ReplyDeleteKelas: 8H
Absen: 23
Nama :Ajeng Nur Ayuni
ReplyDeleteKelas:8H
Absen:04
Nama:Jelita Azzahra
ReplyDeleteKelas:8H
Absen:15
Nama: Berliana pramudita Diah Has Tuti
DeleteKelas:8G
Absen:4
Nama:gilang putra pratama
DeleteKelas:8G
Absen:12p
Nama: Almas zahrotun
ReplyDeleteKelas:8j
Absen:5
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama:Siti rokayah
ReplyDeleteKelas:8G
Absen:28
Nama: Asiilah Oatafiah
ReplyDeleteKelas:8B
Absen:04
Nana : Pia Rahmawati
ReplyDeleteKelas: 8b
Absen: 23
Nama : Sindi Meilani
ReplyDeleteKelas: 8b
Absen: 28
Nama:Julia
ReplyDeleteKelas:8i
Absen:19
Nama:Ryanti putri
ReplyDeleteKelas:8i
Absen:29
Nama:Anisatul Azizah
ReplyDeleteKelas:8B
Absen:02
Nama:indah riyanti
ReplyDeleteKelas:8i
Absen:16
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama : Cica Juliana
ReplyDeleteKelas : 8B
Absen : 06
Nama:Setia RahmaWati
ReplyDeleteKelas:8J
Absen:27
Nama:haidar daffa
ReplyDeleteKelas:8i
No absen:13
Nama:haidar daffa
ReplyDeleteKelas:8i
No absen:13
Nama:Ela Silfanah
ReplyDeleteKelas:8J
Absen:11
Nama:Riki
ReplyDeleteKelas:8J
Absen:25
Nama:Indi kairunisa
ReplyDeleteKelas:8i
No absen:17
Nama:Hendri prasetyo
ReplyDeleteKelas:8i
No absen:14
Nama:Monica saharani
ReplyDeleteKelas:8i
Noabsen:21
nama:ikqof nurhikmah
ReplyDeletekelas:8i
no absen:15
Nama:Mughits Al Misbach
ReplyDeleteKelas:8F
No.absen:18
Nama : Mughits Al Misbach
ReplyDeleteKelas: 8F
Absen: 18
Nama:Siti Zahra
ReplyDeleteKelas:8C
Absen:25
nama :ayu amanda
ReplyDeletekelas:8C
absen:03
Nama:Sri Yuliasih
ReplyDeleteKelas:8C
Absen:27
Match 27,2020 at 08:42
ReplyDeleteNama:Damayanti
Kelas:8D
Absen:09
Nama: Lulu rahma sania
ReplyDeleteKelas : VIII D
Absen: 17
nama :naisyifa nahdiyah untari
ReplyDeletekelas:8C
absen:20
Nama : Hikmayarti nafis el izzah
ReplyDeleteKelas : VIII D
Absen : 14
Nama:Rizka febriyani
ReplyDeleteKelas:8D
Absen:27
Nama: Nopani
ReplyDeleteKelas:8D
Absen:20
Nama : Andika Pratama
ReplyDeleteKelas: 8D
Absen: 03
Nama: lis faiq fatmawati
ReplyDeleteKelas: 8C
No abs: 16
Nama:muhammad umar
ReplyDeleteKelas:8C
No abs:19
Nama:muhammad umar
ReplyDeleteKelas:8C
No abs:19
Namaewa: Fadli Nurdiansyah
ReplyDeleteKelas:8H
No abs:10
Yoroshiku onegaisimazu
Nama: Gizha dwi arin artiasindy
ReplyDeleteKelas: 8D
No abs: 13