TAKUT NO, IKHTIAR DAN TAWAKAL YES


Assalamualaikum Wr Wb

Tidak bisa dipungkiri adanya wabah virus covid 19 atau yang dikenal dengan sebutan corona telah membuat ramai jagat dunia maya dan dunia nyata

Di dunia maya tiba-tiba banyak yang menjadi ahli yang saling mengeluarkan pendapat dan argumennya tentang covid 19, berita-berita hoax juga banyak berseliweran di dunia maya membuat para pembacanya semakin paranoid dan ketakutan berlebih

Di dunia nyata ada juga orang-orang yang menganggap remeh virus ini seakan-akan dirinya sudah kebal terhadap virus

Lalu bagaimana kita harus menyikapinya?

Ada sebuah kisah singkat yang bisa kita jadikan i'tibar atau pelajaran dengan adanya fenomena virus corona ini:

Diceritakan dahulu ada seorang waliyullah yang melihat wabah hendak memasuki kota Damaskus

Sang wali itu kemudian bertanya kepada si wabah

"Hai wabah hendak kemanakah engkau pergi"

"Aku diperintahkan oleh Allah untuk memasuki kota Damaskus", Jawab si Wabah

"Berapa lama engkau akan ada disana dan berapa korban yang akan jatuh", Tanya Sang wali kembali

"Aku akan ada disana selama 2 tahun dan korbannya 1000 orang"

Singkat cerita setelah 2 tahun berlalu Sang wali itu kembali bertemu dengan si Wabah

"Hai wabah kenapa engkau memakan korban 50.000 dulu engkau berjanji hanya akan memakan korban 1000 orang"

"Ketahuilah sesungguhnya aku hanya memakan 1000 korban dan sisanya 49.000 orang meninggal karena ketakutan mereka sendiri"

Dari cerita singkat diatas jelas bahwa ketakutan berlebih justru lebih berbahaya untuk diri kita, maka menjaga kebersihan itu penting untuk kita lakukan karena selain sangat dianjurkan oleh Islam, menjaga kebersihan juga menjadi salah satu ikhtiar kita agar terhindar dari virus covid 19, selain itu kita juga harus ikuti apa yang dianjurkan pemerintah untuk tetap dirumah demi kebaikan bersama adapun semuanya kembali kita berserah diri dan minta perlindungan kepada Allah SWT

Nah sekarang coba jawab pertanyaan dibawah ini yah:
  1. Apa dampak dari ketakutan yang berlebih terhadapat virus covid 19?
  2. Apa resiko dari terlalu meremehkan adanya virus covid 19?
  3. Apa yang harus kita lakukan sesuai ajaran Islam terhadap fenomena merebaknya virus corona?


Selamat Belajar dan Ingat Tetap Di Rumah Yah.........
Jangan Lupa Perbanyak Wudhu
Jangan lupa juga tulis Nama dan Kelas dikolom Komentar


Oleh : Muhamad Taufik Abimanyu

BAGAIMANA ORANG BERIMAN MENGHADAPI VIRUS COVID 19 / CORONA

WASPADA BAHAYA SYIRIK KARENA CORONA

Disampaikan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam Majlis Dzikir Kliwonan
20 Maret 2020

Diterangkangkan dalam _Jami' al-Usul Fi al-Auliya'_: Bilamana Allah telah mencintai hamba-Nya dan bila hamba mencintai Allah Ta'ala pasti dia diberi buah-Nya _al-mahbub_.

Kalau sudah meningkat _mahabbahnya_ hilanglah di hati itu siapapun kecuali kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apabila semakin kenal _Laa ilaha IllaLlah_ akan lebih jauh mengenal Allah. Bahwa selain Allah adalah makhluk, selain Allah adalah _hawadits_. 

Bila kita semakin jauh mengenal Allah semakin jauh pula _ma'rifat_ kita kepada Allah dan kepercayaannya atau keyakinannya. Sebagaimana _hadits qudsi_ dari Imam Ali Ridla dari Imam Musa al-Kadzim dari Imam Ja'far Shadiq dari Sayyid Imam Hamdu al-Bagir dari Imam Zainal Abidin dari Sayyid Husein dari Ali bin Abi Thalib dari RasuluLlah dari Allah _Subhaanahu Wata'ala_:

كلمة لا إله إلا اللّه حصني‏ فمن قالها دخل حصني فمن دخل حصني أمن عذابي‏

_"Kalimat Laa Ilaha IllaLlah adalah bentengku. Barang siapa mengucapkannya maka ia telah masuk bentengKu. Barangsiapa telah masuk bentengKu maka ia aman dari adzabKu"_

Beratnya siksa api neraka tidak ada tandingannya. Janji Allah barangsiapa baik perbuatannya maka masuk surga tapi jika amalnya dalam murka Allah maka akan masuk neraka.

Ada gak siksa yang lebih berat dari api neraka? Jika tidak ada mari kita ambil corona kita masukkan dalam api neraka.

Mengikuti himbauan pemerintah itu perlu, karena sayangnya pemerintah pada bangsa dan rakyatnya. Jadi jangan menyalahkan pemerintah. Karena (jika tidak ada himbauan itu) negara-negara akan menuding pemerintah tidak perhatian pada rakyatnya.

Bagi yang imannya tidak kuat akan merusak tauhid. Bisa saja majlis dengan massa yang banyak semacam ini ada yang melepaskan virus corona akhirnya Habib Luthfi yang dijadikan kambing hitamnya. Itu orang yang tidak yakin kepada Allah Ta'ala.

Kalau Corona versiku lain, "kon rono" (suruh pergi sana). Suruh pergi pada pembuatnya, biar merasakan corona.

Janganlah kita terlalu fokus (pada corona). Kalau tidak kuat bisa _syirik_. Sekarang banyak yang bungkam untuk memperingatkan bahaya _syirik_ karena corona.

Mereka meyakini bahwa penyakit ini memberi efek yang besar padahal tidak ada yang bisa memberi manfaat dan _madharat_ kecuali Allah.

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيئ في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

Jangan karena corona timbul pemisah antara kita _(social distancing)_. Saling curiga antar pembeli dan penjual. Keduanya saling _su'udzon_ jangan-jangan ia terjangkit corona. Ketika sudah berhadap-hadapan sedemikian maka mudah saja ada pihak yang menyulut.

Ketika Indonesia sudah dicekam ketakutan akan mudah diprovokasi. Jangan takut kelaparan, apalagi Indonesia banyak para walinya. Kemana iman kita ? Kemana keyakinan kita pada Allah ? Orang yang membaca _Laa Ilaaha IllaLlah_ masuk dalam bentengnya Allah apalagi bentengnya Indonesia sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pasar sepi. Toko sepi. Nasib kota seperti kuburan. Ketika saya ditanya saya balik tanya  "Corona itu tuhan gak?" Gak Bib "Lha kalau tidak tuhan kenapa takut ? Sama neraka gak takut sama corona kok takut ?".

Ingin Indonesia jaya ? Ingin Indonesia bersatu ? Mari jaga persatuan bukan karena corona. Yang dagang tetap dagang, yang bekerja tetap bekerja, yang sekolah tetap sekolah dan ikhtiyar tetap ikhtiyar.

Lha Bib nanti mati kalau kena corona ? "Apa corona itu perwakilan Izrail ? Corona seperti apapun kalau Izrail belum datang pasti tetap panjang umur. Tapi juga wajib ikhtiyar".

Ibarat sedang dijalan raya yang ramai kendaraan jangan pokoke tawakkaltu ala Allah, kita harus hati-hati menyeberang biar tidak tertabrak.

Mari besarkan keyakinan kita kepada Allah dan tetap menjaga jangan sampai kita kena penyakit.

Kalau kita selalu diteror terus dengan rasa takut lalu kapan Indonesia akan membangun ? Jangan beri kesempatan oknum-oknum yang akan memecah belah Indonesia.

Oke Teman-teman setelah membaca uraian diatas sekarang coba renungkan dan jawab pertanyaan dibawah ini:

1. Kalau Corona bukan Tuhan apa yang harus kita lakukan terhadap merebaknya virus covid 19 atau Corona di Indonesia?

2. Islam mengajarkan kita agar selalu khusnudzon terhadap segala ketentuan Allah, sekarang coba cari sisi positif yang bisa kita ambil sebagai pelajaran atas adanya virus Corona?

3. Wudhu adalah salah satu cara sebagai ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran virus Corona, lalu apa kaitannya virus Corona dengan Wudhu?

4. Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona adalah program 14 hari pembelajaran dirumah untuk semua siswa, lalu apa yang harus kamu lakukan sebagai seorang siswa dan warga negera?

5. Salah satu langkah yang diambil Gubernur Syam Amr bin Ash ketika terjadi wabah Thaun yang juga telah merenggut korban jiwa adalah dengan mengungsikan warganya ke gunung-gunung secara sendiri-sendiri sehingga wabah itu akhirnya terhenti. Lalu bagaimana tanggapan kalian terhadap program pemerintah 14 hari pembelajaran di rumah seperti yang sekarang sedang kalian kerjakan?

Setelah baca uraian dan tugas jangan lupa tulis nama dan kelas dikolom komentar yah....!!!

Oleh:
MUHAMAD TAUFIK ABIMANYU

PUASA UNTUK APA DAN SIAPA








السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Haloow teman-teman.........!!

Yuk sebelum mulai pembelajaran hari ini kita berdo’a dulu biar kita dapat ilmu yang bermanfaat dan semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan ridho dari Allah SWT, Aamiiiin Ya Robbal Alamiiin

Berdo’a mulai ............................................

Oya teman-teman setelah baca pelajaran ini jangan lupa absen yah dengan cara tulis nama dan kelas pada kolom komentar dibawah..!!

Materi kali ini kita akan membahas tentang “PUASA”

Pernah nggak kalian berpikir puasa itu untuk apa dan untuk siapa??

Mungkin ada yang pernah berfikir puasa sebenernya untuk apa, toh perut perut Gue, nasi nasi Gue ko diatur-atur...!!

Heloooooow.................!!

Coba deh kita renungkan mulut kita masih bisa mengunyah, perut kita masih bisa menampung makanan itu semua yang ngasih Allah Tauuuuuuuuuuuuuuu

Kita juga masih diberikan rizqi berupa makanan yang tersimpan digudang dan dikulkas itu semua juga rizqi dari Allah, jadi jangan lupa kita harus terus bersyukur dan jangan menyombongkan diri seakan-akan kamu bisa hidup sendiri (Nggak Banget Gitu Loh)

Nah salah satu cara kita mensyukuri atas semua yang telah diberikan Allah itu dengan cara menjalankan segala yang telah diperintahkan oleh Allah

Kita sudah tahu semua puasa merupakan salah satu dari rukun Islam yang harus kita laksanakan agar sempurna keislaman kita

Kewajiban puasa itu tidak hanya diwajibkan untuk kita umat nabi Muhammad SAW tapi juga telah di wajibkan untuk umat-umat sebelumnya sebagaimana telah tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 183

Pada hakikatnya puasa kita itu untuk kita sendiri

Looooh Ko Bisa ......???

Ya bisa banget laaaaaah

Coba deh kita berpikir (Lihat ke atas sambil mikir)

Memang kalau kamu puasa akan nambah manfaat untuk Allah nggak kaaan?? dan kalaupun kamu nggak puasa juga nggak akan ada mudharatnya buat Allah jadi sebenarnya puasa kita bukan untuk Allah tapi untuk diri kita sendiri

Kalau ibarat mesin didalam tubuh kita ada mesin berupa organ-organ tubuh mulai dari mulut untuk mengunyah, tenggerokan untuk menelan dan usus serta lambung untuk metabolisme makanan yang akhirnya menjadi zat-zat yang manfaat untuk tubuh kita

Kita lihat mesin saja akan cepat rusak ketika terus menerus dipakai, maka tubuh kita juga sama kalau terus menerus dipakai tanpa ada rehat untuk istirahat maka organ tubuh akan cepet sakit

Dari sini jelas sebenarnya syariat islam tentang puasa itu untuk diri kita sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh kita, memberikan organ-organ metabolisme kita istirahat sejenak dan disaat itu organ-organ kita memperbaiki dan meregenarasi jaringannya, sehingga orang yang sering berpuasa kecenderungannya lebih sehat daripada mereka yang tidak pernah berpuasa

Secara dhohir puasa itu menjaga diri dari segala yang membatalkan puasa seperti makan, minum mulai dari fajar sampai waktu berbuka puasa

Namun dalam lain hal banyak makna dalam puasa karena ketika kita puasa kita tidak hanya sekedar menjaga dari lapar dan haus, namun juga kita harus menjaga bathin dan hati kita agar nilai-nilai ibadah pusa kita menjadi sempurna

Dan yang paling penting lagi segala sesuatu yang kita lakukan baik itu puasa ataupun hal-hal lainnya sekecil apapun kita kembalikan kepada Allah karena hakikatnya semua dari Allah maka segala yang kita lakukan atas kehendak Allah dan semata-mata mencari Ridho Allah

Materinya segini dulu yaaaaaah....!!!

Sekarang jawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
  1. Coba analisis maksud dari QS. Al-Baqarah ayat 183?
  2. Kenapa kita dianjurkan untuk berpuasa?
  3. Jelaskan kerugian kita ketika kita tidak berpuasa?
  4. Apa perbedaan orang yang berpuasa dan tidak berpuasa?
  5. Untuk apa dan siapa puasa itu?

Tulisan Jawaban dibuku tulis jangan lupa ditulis tanggalnya yah
Dan jangan lupa absen dengan tulis nama dan kelas dikolom komentar

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Oleh: Muhamad Taufik Abimanyu

SOAL PPPK PAI MATERI TAJWID

  1.     Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang cara membacanya tidak biasa yang disebut dengan Gharib, salah satu cara membaca bacaan Gharib...